Tahap Pre Nursery
Media tanam menjadi penting guna berhasilnya proses pembibitan di tahap Pre Nursery. Dengan adanya kombinasi media tanam apakah bakal berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit?
Bibit yang bermutu baik dapat diperoleh dengan penggunaan bibit unggul. Selain itu, kondisi lingkungan yang sesuai, kultur teknis serta kesuburan media tanam merupakan aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dan direncanakan dengan baik, sehingga memungkinkan pertumbuhan bibit yang optimum.
Pada umumnya teknik pembibitan kelapa sawit masih tergantung pada penggunaan top soil sebagai media tanam. Top soil merupakan lapisan tanah paling atas dengan ketebalan berkisar 10 – 30 cm, yang biasanya subur dan berwarna gelap karena penimbunan bahan organik (Singh 2010).
Akan tetapi, ketersediaan top soil akhir-akhir ini semakin berkurang, karena disebabkan oleh erosi dan alih fungsi lahan, sehingga menjadi suatu kendala dalam melakukan pembibitan kelapa sawit. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mencari media tanam lain sebagai alternatif pengganti top soil. Salah satu alternatif tersebut yaitu menggunakan tanah gambut sebagai media tanam.
Penggunaan tanah gambut sebagai alternatif media tumbuh pada pembibitan kelapa sawit, diharapkan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan bibit. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah kajian untuk menguji kualitas media tanam gambut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada tahap pre nursery.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, perlakuan tanah gambut dan top soil baik secara tunggal ataupun kombinasi, tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit pada semua umur pengamatan (4, 8, dan 12 MST).
Hal ini diduga bahwa media tanam pada masing-masing perlakuan memiliki kandungan hara yang sama dan cukup tersedia untuk pertumbuhan vegetatif bibit, sehingga pertumbuhan tinggi bibit merata. Menurut Winarso (2005), apabila unsur hara di dalam tanah sudah tersedia cukup sesuai dengan kebutuhan tanaman, maka dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya.
Dalam hasil penelitian juga mencatat, perlakuan media tanam tanah gambut dan top soil tidak berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang. Hal ini diduga disebabkan karena aplikasi pupuk yang dilakukan, sehingga kebutuhan hara essensial seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium telah tercukupi. Menurut Sarief (1986), ketersediaan unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang akan menambah perbesaran sel yang berpengaruh pada diameter bonggol.
Jumlah & Luas Daun
Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa penggunaan tanah gambut dan top soil baik secara tunggal ataupun kombinasi, tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Hal ini diduga bahwa faktor genetik tanaman lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan jumlah daun.
Pernyataan ini didukung oleh Pahan (2012), . . .










