INFO SAWIT, JAKARTA – Menurut penuturan Dirut Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurthi, pihaknya bakal menargetkan program replanting sawit seluas 2000 ha.
Ini dilakukan lantaran dari total lahan sawit di Indonesia sekitar 10,2 juta ha, sekitar 42% atau sebanyak 4,2 juta ha merupakan milik petani sawit. Sedangkan 8% di antaranya atau sekitar 300.000 ha harus segera diremajakan dengan kebutuhan bibit per ha. Merujuk data ekspor sawit pada 2014, ada potensi dana kutipan hingga Rp 9,5-10 triliun per tahun.
Menurutnya, proses replanting akan memakan waktu 3-6 bulan dengan masa panen ditahun ke empat atau ke lima. Artinya dalam jangka pendek akan ada penurunan produksi. Namun pada saat panen, produktivitas hasil replanting bisa meningkat 30-40% total produksi sawit nasional, yang mampu memasok kebutuhan sawit sekitar 29-32 juta ton per tahun, minyak goreng 6-7 juta ton, oleokimia 3-4 juta ton, dan ekspor 18-19 juta ton.
Bayu juga mengatakan, pihaknya menggandeng perusahaan atau koperasi peremajaan mengingat kebutuhan akan mesin, bibit, dan pupuk untuk replanting cukup besar. Sebab, satu ha saja minimal dibutuhkan 159-200 bibit. “Dana replanting ini nanti yang menggulirkan perbankan melalui kredit, namum kami BPDP Sawit mengintermediasi agar bisa jangka panjang kreditnya,” kata Bayu. (T2)







