INFO SAWIT, JAKARTA – Dalam siaran persnya, belum lama ini, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi berharap agar Pertamina untuk menyerap lebih banyak biodiesel.
Pasalnya, ditahun-tahun lalu Pertamina tidak ada gairah untuk menggunakan biodiesel dengan alasan harga yang lebih tinggi dari fosil diesel. Namun dengan adanya dana pungutan perkebunan kelapa sawit atau CPO Supporting Fund (CSF) yang salah satu kegunaannya untuk pengembangan biodiesel, diharpakan Pertamian lebih bergairah.
Apalagi pemerintah telah mewajibkan penggunaan bahan bakar nabati jenis solar dengan campuran CPO sebesar 15% (B15). “Dengan adanya dana 'celengan' sawit ini, mau tidak mau Pertamina harus menjalankan kewajiban pencampuran B15,” terangnya.
Bayu menambahkan, pihaknya sudah menyepakati ketentuan subsidi biodiesel dengan memberikan subsidi sebanyak Rp 600-700 per liter, merupakan nilai maksimal dari subsidi pemerintah terhadap solar yang sudah ditetapkan dalam APBN sebesar Rp 1.000/liter. (T3)







