Berita Lintas
sawitbaik

Kemitraan Swadaya Buat Petani Happy



Kemitraan Swadaya Buat Petani Happy

INFO SAWIT, KONGBENG - Selepas bermitra dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA) anak usaha PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk lewat skim kemitraan swadaya, masyarakat Desa Marga Mulya pun kini lebih happy.

Sebetulnya kebanyakan masyarakat dulu sewaktu ikut program transmigrasi tahun 1980-an adalah untuk mengubah kondisi ekonomi. Seperti yang juga dialami Suhendar (50), warga Desa Marga Mulya, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Awal-awal tinggal di pulau Kalimantan tahun 1982 hingga 1986 semua berjalan lancar, hingga musibah itu datang tatkala terjadi fuso (gagal panen). Bagi teman-teman Suhendar, momentum fuso dijadikan alasan untuk kembali secara masal ke kampung halamannya di Jawa. Kala itu kata Suhendar, banyak lahan transmigrasi yang di jual.

Dengan modal pengetahuan bertani seadanya, Suhendar bertekad untuk tidak mengikuti pilihan petani lainnya yang menjual lahan dan pulang kampung. Kerja serabutan pun dilakoni. “Cari duit 5o ribu rupiah aja di sini sulit,” kata Suhendar bercerita kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Kongbeng.

Setelah beberapa tahun bertahan dari kondisi sulit, Suhendar pun tahun 2000 mencoba untuk ikut pemilihan kepala Desa, nampanya nasib baik tak dapat di tolak, Suhendar pun terpilih menjadi kelapa Desa Marga Mulya periode 2000-2007.

Saat belum genap setahun menjabat sebagai Kepala Desa, Suhendar melakukan studi banding ke perkebunan kelapa sawit di Gunung Sugih, Lampung. Kunjungan itu atas kerjasama dengan PT Kresna Duta Agroindo (KDA) anak usaha PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk.

Hasilnya, bersama dengan Camat Kongbeng dan beberapa kepala desa lainnya menyampaikan kesepakatan masyarakat untuk berbudidaya kelapa sawit, tepatnya tahun 2001, setahun berikutnya (2002) permohonan itu pun direalisasikan Pemda setempat.

Sayangnya kenang Suhendar, banyak masyarakat di Kongbeng yang menganggap berkebun sawit tidak memberikan hasil ekonomi yang baik. Bahkan kala itu perangkat desa cukup kesulitan untuk mendapatkan petani yang mau bertanam sawit.

Wajar bila luasan perkebuna kelapa sawit milik petani per desa awalnya hanya sekitar 50 ha, namun kini betambah luas sekitar 4.058 ha. (T2)
 

Untuk lengkapnya bisa dibaca pada InfoSAWIT Edisi Juli 2015

http://store.infosawit.com/