INFO SAWIT, JAKARTA – Harga jual rata-rata minyak sawit mentah (CPO) sepanjang kuartal I 2015 tercatat anjlok. Kondisi demikian diprediksi bakal terulang di kuartal II 2015.
Hanya saja untuk sebagian emiten sawit merasa cukup optimis dengan peluang peningkatan harga seiring dengan didorongnya kebijakan pemanfaatan biofuel 15% (B15). Direktur PT J.A Wattie (JAWA) Bambang S. Ibrahim mengatakan pada semester I/2015 harga jual CPO perseroan turun sekitar 15,5% dibanding tahun lalu.
Lebih lanjut kata Ibrahim, untuk tahun ini harga jual CPO sekitar Rp 7.600-an/kg. Belum ada perubahan banyak. Turunnya cukup besar jika dibandingkan tahun lalu yang mampu mencapai Rp 9.000-an/kg. “Harga mungkin bisa terdorong tergantung dari kebijakan pemerintah,” paparnya saat dihubungi Bisnis, Pekan lalu.
Sementara harga jual rata-rata CPO PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) pada Mei sebesar Rp 7.300/kg. Harga itu turun 12% dibandingkan harga rata-rata sepanjang 2014 yang mencapai Rp 8.300/kg.
Demikian juga harga rata-rata CPO PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 13,6% dalam lima bulan pertama tahun ini dibandng periode yang sama tahun lalu, dari Rp 8.842/kg menjadi Rp 7.638/kg. Harga CPO di PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) mengalami penurunan hingga 15,9% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Lantas harga jual rata-rata CPO PT Sampoerna Agro tbk (SGRO) pada kuartal I/2015 turun 12%. Sementara harga jual rata-rata CPO PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) turun sebesar 12,4%. Dengan asumsi harga tidak mengalami perubahan berarti, artinya harga rata-raa CPO SGRO pada semester I/2015 diperkirakan turun 10,8%, sedangkan DSNG turun 7,2%. (T2)







