INFO SAWIT, JAKARTA – Masuknya musim kemarau yang juga dibarengi dengan El Nino, memicu munculnya titik panas di sejumlah wilayah di Indonesia. Misalnya saja pada kamis (23/7) merujuk informasi dari Stasiun Metereologi Pekanbaru terpantau 83 titik panas di Riau. Namun, kamis petang, satelit Aqua Terra hanya mencatat 16 titik panas.
Kondisi demikian mendorong pemerintah untuk terus waspasa terjadinya kebakara lahan dan hutan. Saat ini ada anggapan pembangunan sekat kanal untuk mengurangi dampak kekeringan dan kebakaran di lahan gambut Riau, dianggap belum sejalan dengan program Satgas Siaga Bencana Asap Riau. Saat ini, satgas lebih memerlukan tambahan helikopter.
Kata Kepala Badan penanggulangan Bencana (BPBD) Riau, Edwar Sanger, membangun kanal untuk mencegah kebakaran belum tentu efektif di lapangan , selain dilapangan kondisinya jauh dari perkiraan.
Saat ini, kata Edwar, kebakaran paling banyak justru terjadi di wilayah yang tidak memiliki kanal. “Jangankan kanal, sumber air di lokasi kebakaran tidak ada,” katanya seperti tulis Kompas. (T2)







