INFO SAWIT, JAKARTA – Inisiatif pemerintah menerapkan kebijakan pemungutan dana bagi eksportir kelapa sawit nasional atau CPO Supporting Fund (CSF) dinilai tidak akan mengganggu hubungan bilateral dengan Malaysia, yang merupakan negara produsen minyak sawit terbesar kedua.
Mantan Wakil Menteri Perdagangan RI yang kini ditunjuk sebagai Direktur Utama Badan Layanan Umum (BLU) Dana Pengelolaan CSF, Bayu Krisnamurthi mengatakan, tidak perlu ada yang dikhawatirkan terkait hubungan Indonesia- Malaysia dengan diterapkan kebijakan ini. “Kita dengan Malaysia selalu berkomunikasi dengan baik dan intensif, karena kepentingan sawit adalah kepentingan kedua negara,” katanya belum lama ini, di Jakarta.
Negeri Jiran tersebut, tambah Bayu, mengakui Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia. Sehingga dengan diterapkannya CSF ini, mereka juga sedang memantau dan menunggu keberlangsungan program ini. (T3)










