Berita Lintas
sawitbaik

Kebun Teritegrasi Harus Punya 20% Bahan Baku



Kebun Teritegrasi Harus Punya 20% Bahan Baku

INFO SAWIT, JAKARTA – Komisi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) menetapkan bagi kebun kelapa sawit yang sudah terintegrasi, pertama harus memiliki setidaknya 20% bahan bakunya dari mereka sendiri. Lantaran bila kurang dari 20% bakal jadi masalah saat proses sertifikasi ISPO.

Ketua Komisi ISPO, Rosediana Suharto mengatakan, selain itu perusahaan juga boleh mengambil Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari kebun lain termasuk dari petani, hanya saja perusahaan mesti mengetahui sumber TBS itu berasal darimana. Lantas bagi kebun sawit yang sudah terintegrasi mesti melakukan pembiaan teradap petani, guna menghasilkan TBS dari proses yang sustainable.

Cara ini, kata Rosediana, guna menyukseskan target ISPO dimana pada 2020 perkebunan kelapa sawit milik petani sebanyak 70% sudah menerapkan praktik berkelanjutan.  “Kita sengaja meninggalkan 30%  karena takut ada petani yang tidak bisa tersertifikasi,” jelasnya kepada InfoSAWIT, belum lama ini, di Jakarta. (T3)