JAKARTA – Produsen minyak sawit (CPO) terbesar kedua dunia, Malaysia, perpanjang pembebasan Bea Keluar (BK) CPO hingga Desember 2014. Langkah tersebut diambil setelah meihat masih rendahnya harga CPO di pasar global.
Selain itu, pemerintah Malaysia, sebagaimana dikutip Bloomberg, juga memberikan insentif kepada para petani sawit yang akan menanam baru dan replanting perkebunan sawit. Dana yang telah dialokasikan tersebut mencapai RM 41 juta.
Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan mengatakan, untuk dapat bersaing dengan Malaysia pihaknya hanya dapat mengharap harga CPO berada dibawah US$ 750 per ton. "Struktur BK keluar kita kurang responsif dengan perkembangan harga, yang terjadi selalu kalah dengan Malaysia," kata Fadhil, Minggu (12/10/2014), lansir Kontan.
Menurutnya, bila harga acuan atau referensi yang digunakan untuk menentukan BK masih berada di bawah US$ 750 per ton, CPO Indonesia masih dapat bersaing. Namun bila diatas itu maka menjadi kalah bersaing. (T3)







