INFO SAWIT, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Barat Cornelis membantah tudingan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak asing bahwa perkebunan kelapa sawit merusak hutan, pasalnya tidak semua perkebunan itu terbuka.
Menurutnya perkebunan sawit di Indonenesia khusunya di Kalbar tidak semua terbuka sebagaimana perkebunan di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan New Zeland. “Sawit kami tertutup, dan banyak mengahasilkan oksigen,” katanya di Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Namun, pernyataan Cornelis dibantah oleh Manajer Kampanye Hutan dan Perkebunan Besar Walhi, Zenzi Suhadi. Ia menyebut pernyataan tersebut merupakan pemahaman yang keliru, meskipun kebun sawit menghasilkan oksigen tetapi lebih bersar mengeluarkan karbon. Bahkan oksigen yang dihasilkan tidak sama dengan yang diberikan hutan heterogen.
“Berapa banyak karbon yang dihasilkan dari pelepasan lahan gambut yang dijadikan perkebunan kelapa sawit,” ujarnya. (T3)







