INFO SAWIT, SIBU - Ketua Menteri yang juga Menteri Perencanaan Sumber dan Lingkungan Tan Sri Adenan Satem mengatakan, langkah menghentikan produksi lisensi konsesi kayu dan pembukaan perkebunan kelapa sawit komersial yang baru di Sarawak bertujuan melestarikan hutan di negeri ini dari kehancuran.
Selain itu, langkah ini bertujuan mengekang kegiatan penebangan liar dan menjaga kepentingan rakyat negeri ini.
“Saya telah membuat keputusan jangan ada konsesi kayu lagi, jangan beri lisensi hutan lagi, cukup sudah. ??Habis hutan kita diambil orang. Saya ingin memelihara hutan kita sebaik mungkin.
“Kita harus pertahan (hutan), jangan biar orang curi kayu kita, itu adalah kekayaan Sarawak. Sebelum ini ada pencuri melakukan penebangan ilegal, mereka jadikan hutan Sarawak macam nenek mereka punya. Tebang kiri, tebang kanan, curi kiri, curi kanan. Tidak ada lagi penebangan ilegal,” tegasnya, Sabtu (1/8/2015).
Sebagaimana diberitakan Bernama, Adenan menambahkan produksi lisensi untuk pembukaan perkebunan sawit diusahakan Felda, Felcra, Salcra dan perusahaan peternakan rakyat melibatkan tanah adat pribumi (NCR) masih dapat dipertimbangkan.
Menurut Adenan, dalam setahun ini pemerintah mengadakan lebih 200 serbuan ke atas kamp pembalakan liar, menangkap mereka yang terlibat dan menyita kayu yang telah ditebang secara ilegal.
Hasil serbuan itu memperlihatkan pengurangan kegiatan penebangan liar, ungkapnya. (T3)







