INFO SAWIT, JAMBI - Dinas Perkebunan Provinsi Jambi selalu mendorong perusahaan kelapa sawit yang beroperasi disana untuk memiliki sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang merupakan mandatory bagi industri kelapa sawit berkelanjutan nasional.
Kepemilikan sertifikat ISPO diharapkan dapat meningkatkan daya saing kelapa sawit dikancah internasional
Pelaksana Harian Bidang Pengembangan Perkebunan Panca Pria mengatakan, berdasarkan mekanisme pasar ekspor di Eropa, Indonesia tidak bisa mengekspor minyak sawit mentah (CPO) ke pasar Eropa jika perusahaan kelapa sawit tidak memiliki ISPO.
“Eropa tidak mau membeli CPO yang tidak higienis. Pasar Eropa mau beli CPO dari perusahaan yang memiliki seritifikat ISPO,” ujarnya, Jumat (31/7/2015), seperti dikutip Metrotv.
Lebih lanjut ungkapnya, Pemprov Jambi akan menargetkan sampai bulan Oktober 2015 paling tidak semua perusahaan kelapa sawit di Jambi sudah mendaftar ke lembaga ISPO.
“Setelah mendaftar belum tentu langsung mendapat ISPO karena prosesnya sangat panjang. Kami akan mendorong terus agar mereka mendaftar dulu,” ungkapnya. (T3)










