Berita Lintas
sawitbaik

RSPO NEXT Telah Terbit



RSPO NEXT Telah Terbit

INFO SAWIT, KUALA LUMPUR – Merujuk informasi dari Roundtable on Sustainable Pam Oil (RSPO), bahwa pada 7 Agustus 2015 telah terbut draf pertama dari RSPO NEXT, yang merupakan ketentuan tambahan (addendum) sukarela untuk Prinsip dan Kriterianya. Dokumen ini akan tersedia untuk konsultasi publik selama 60 hari, terhitung mulai tanggal 7 Agustus 2015, sebelumnya panduan itu dikenal dengan istilah RSPO.

Draft addendum ini merupakan hasil dari pembahasan para pihak anggota dari Dewan Gubernur RSPO, yang terdiri dari Pekebun (Perusahaan) Kelapa Sawit, Pedagang Minyak Sawit, Retail, Organisasi Non-Pemerintah di bidang sosial dan lingkungan.

Gugus Tugas ini telah mengembangkan panduan terkait topik Pencegahan Deforestasi, Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca, Pengelolaan Kebun Tanpa Bakar (Api), Tidak Ada Penanaman di Lahan Gambut, Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia dan Transparansi.

RSPO NEXT merupakan inisiatif untuk perusahaan anggota RSPO, yakni produsen, pemasok dan pemakai minyak sawit yang telah memenuhi persyaratan Prinsip dan Kriteria RSPO, dan sebagai ketentuan tambahan yang dapat diukur dari kebijakan dan kinerjanya, telah melampaui Prinsip dan Kriteria RSPO. RSPO NEXT akan memberikan kredibilitas berdasarkan verifikasi di lapangan oleh pihak ketiga, khususnya terhadap isu-isu seperti perlindungan Hutan dan Lahan Gambut serta hak-hak Masyarakat Adat.

Bersama dengan program ini akan dibuat ketentuan mengenai panduan klaim, yang sejalan dengan proses transparansi yang tinggi dalam rangka mencapai target kepatuhan 100%. Ketentuan ini sedang dikembangkan secara paralel sesuai dengan prosedur RSPO.
 
Sekretaris Jenderal RSPO, Darrel Webber mengatakan, proses ini berjalan sangat cepat berkat dedikasi dari sekelompok tim yang ahli. Kolaborasi tersebut sekarang telah menghasilkan draf pertama.

Lebih lanjut kata Darrel, RSPO NEXT merupakan semangat baru di RSPO yang cekatan dalam menanggapi tuntutan pasar. Hal ini akan menjadi tataran baru dalam praktek terbaik di industri kelapa sawit, yakni pada tingkat produksi. Dan apabila telah dilaksanakan, anggota akan memiliki perangkat untuk bergerak dari sebuah ikrar ke tindakan nyata. “Yang akan melalui proses verifikasi secara independen dan transparan. Hal ini merupakan nilai krusial di platform RSPO,” katanya seperti dalam siaran resmi RSPO yang diterima InfoSAWIT, Jumat (7/8/2015).

 Kabarnya, Prinsip dan Kriteria RSPO bakal tetap menjadi standar utama, sementara panduan RSPO NEXT merupakan klausa tambahan dan dapat ditambahkan untuk perusahaan yang secara sukarela ingin mengadopsinya. (T2)