Berita Lintas
sawitbaik

HARGA CPO KIAN TERJEPIT



Bagi sebagian besar pebisnis minyak sawit, keberadaan bisnis minyak sawit dari hulu hingga hilir ditahun ini, sangat berat dirasakan. Sepanjang tahun ini, secara ekonomi makro, hampir semua jenis usaha merasakan hal yang sama akibat melemahnya perekonomian dunia.

Perekonomian dunia, sangat bergantung kepada produksi dan permintaan global. Lantaran minyak sawit sebagai salah satu komoditi global, maka produksi minyak sawit mentah (CPO), sangat bergantung kepada permintaan konsumen di dunia. Lesunya perekonomian dunia, menyebabkan turunnya permintaan konsumen terhadap pasokan CPO dunia termasuk dari Indonesia.

Akibat rendahnya permintaan konsumen, maka pasar dunia menjadi lesu, dan harga komoditi termasuk CPO menjadi turun. Sebab itu, rendahnya permintaan yang menyebabkan permintaan pasar menjadi kecil sebagai penyebab utama turunnya harga jual CPO. Keberadaan komoditi global, memang sangat dipengaruhi keberadaan pasokan dan permintaan (supply & demand).

Kendati masih ada indikator lainnya, namun supply & demand merupakan patokan utama terhadap seluruh harga komoditi termasuk CPO dan turunannya. Jika, harga jual CPO ingin menguat, maka peningkatan permintaan pasar harus dilakukan. Caranya, bisa melalui perluasan kegunaan CPO, sebagai salah satu alternatif bahan baku industri baru. Adakah peluang baru?

Sebagai contoh, sejak 2008 silam, penggunaan CPO sebagai salah satu bahan baku alternatif bahan bakar yaitu biodiesel, secara nyata ikut berpengaruh terhadap fluktuasi harga jualnya. Namun, kondisi tahun ini sangatlah berbeda, lantaran keberadaan harga jual minyak mentah, sebagai bahan baku utama Bahan Bakar Minyak (BBM) cenderung menurun.

Alhasil, harga CPO turut menurun, lantaran mengikuti fluktuasi harga minyak mentah pula. Lantaran, sebagai bahan baku alternatif BBM, maka harga jual harus bersaing pula dengan harga BBM yang berasal dari minyak mentah. Kondisi harga jual CPO dewasa ini, sudah tidak bisa terbentuk sendiri, melainkan pula terkait harga jual minyak mentah yang terus menurun.

Pukulan Telak Sesudah CSF

Baru-baru ini, salah satu gagasan yang sudah dilakukan, yaitu melalui pengenaan pungutan CPO Supporting Fund (CSF), yang digadang-gadang akan mampu menaikkan harga jual CPO. Namun, bak buah simalakama, harga jual CPO kian terdistorsi. Bahkan, diskon harga terbesar berada di kalangan petani. Akibat, pengenaan pungutan CSF, baru-baru ini, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) ditingkatan petani, hanya sebesar Rp 800 – 1000/kg.

Rendahnya harga jual TBS, pula menyebabkan . . .