Berita Lintas
sawitbaik

PRODUKTIVITAS NAIK, KESEJAHTERAAN TINGGI



PRODUKTIVITAS NAIK, KESEJAHTERAAN TINGGI

Perkebunan kelapa sawit secara komersil yang telah berkembang lebih dari 100 tahun di Indonesia, telah menjadikan minyak sawit sebagai soko guru perekonomian nasional. Kendati banyak rintangan, bisnis minyak sawit global kian melaju, tak hanya menyerap tenaga kerja domestik, namun memberi peluang besar pula bagi pekerja luar negeri yang mumpuni.

Pekerja dari luar negeri, yang sering disebut ex-patriat, memang bukan cerita baru bagi perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Pasalnya, berbagai perkembangan yang kerap terjadi di dunia perkebunan kelapa sawit, seringkali berasal dari keahlian ex-patriat yang memang ditugaskan membangun perkebunan berlandaskan keahlian yang sudah mereka miliki.

Seperti sosok Vijaya Kumar Menon, yang telah malang melintang puluhan tahun di perkebunan kelapa sawit. Kendati, baru mulai bekerja di Indonesia sejak tahun 2004. Pria berumur 57 tahun ini, telah memiliki keahlian planters yang mumpuni selama bekerja di perkebunan kelapa sawit asal negerinya selama lebih dari 25 tahun. Berkebangsaan Malaysian Indian, Vijaya mengenal perkebunan kelapa sawit di Indonesia, sejak mulai bergabung dengan perkebunan kelapa sawit grup Sinar Mas.

Lebih dari 5 tahun bekerja di perkebunan milik grup Sinar Mas, Vijaya memutuskan pindah ke perusahaan grup Austindo Nusantara Jaya (ANJ) yang juga berbisnis perkebunan kelapa sawit. Namun, keberadaan di grup ANJ hanya bertahan selama setahun, kemudian hijrah ke perkebunan kelapa sawit milik PT Gozco Plantation Tbk.

Di perkebunan kelapa sawit milik Gozco Plantation, Vijaya di dampuk kepercayaan sebagai Director Assistant hingga menjabat Deputy Director, yang langsung bertanggung jawab kepada CEO yang juga sebagai pemilik perusahaan. “Saya kenal baik dengan keluarga pemilik perusahaan,” ujar Vijaya.

Hampir selama 2 tahun, Vijaya bergelut dengan berbagai ide dan persoalan membangun perkebunan kelapa sawit milik Gozco Plantation. Kedekatan dirinya dengan Krishna sebagai pemilik perusahaan, menjadi angin segar bagi dirinya, sebab berbagai aplikasi dari gagasan ide miliknya, kerap mudah diterima dan dapat di aplikasikan.

Sebab, menurut dia, kesulitan terbesar bekerja di Indonesia, tatkala harus banyak mempersiapkan berbagai teknis dan konsep-konsep yang cenderung menghabiskan banyak waktu. “Saya lebih enjoy bekerja, bila langsung bisa menerapkan gagasan ide ke perkebunan,” kata dia menjelaskan.

Bagi Vijaya, keberadaan perkebunan kelapa sawit harus terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi guna mendapatkan hasil maksimal. Terlebih, meningkatkan kualitas pekerja di Indonesia, menurut dia juga harus dilakukan secara maksimal. Penghasilan pekerja perkebunan kelapa sawit di Indonesia, cenderung sedikit, lantaran hasil pekerjaan yang didapatkan cenderung rendah pula.

Sebab itu, menurut dia, peningkatan kompetensi pekerja di perkebunan kelapa sawit Indonesia harus dilakukan, seiring dengan peningkatan penghasilan. Bila dilakukan secara berkelanjutan, maka kesulitan mendapatkan pekerja, yang kini masih dialami Malaysia, tidak akan terjadi di Indonesia. Secara singkat, menurut dia, produktivitas kerja dan pekerja, menjadikan perkebunan kelapa sawit di Indonesia lebih maju di masa depan.

Produktivitas Jadi Kunci Sukses

Mengelola perkebunan kelapa sawit di Indonesia, menurut Vijaya bukanlah hal mudah. Pasalnya, keberadaan perkebunan kelapa sawit memiliki banyak persoalan dan tantangan. Dari soal perijinan, dukungan pemerintah pusat hingga daerah, masyarakat lokal, keterampilan pekerja hingga infrastruktur, masih mendominasi berbagai persoalan di perkebunan kelapa sawit.

“Sebagai contoh keberadaan teras perkebunan, seringkali berada di atas permukaan jalan. Lanjutnya,  keberadaan air akan menggenangi jalan sehingga jalan akan cepat rusak,” ujar dia. Seharusnya, keberadaan jalan harus lebih tinggi, sehingga air mengalir kebawah melalui teras perkebuan kelapa sawit. Selain menjaga keberadaan jalan, air hujan juga akan ditampung keberadaannya di dalam perkebunan kelapa sawit.

Dengan adanya aliran air hujan yang . . .