GHANA – Petani plasma dan petani kecil kelapa sawit di Wilayah Timur Ghana mengatakan, Pemerintah Ghana perlu segera melakukan langkah-langkah fiskal untuk melindungi industri kelapa sawit sehingga dapat menarik investor dan penduduk perdesaan. Ghana web memberitakan, para petani berpendapat, jika perlindungan memadai tidak diberikan kepada sektor sawit, negara bakal kehilangan produksi lokal sebanyak 135 ribu ton, sehingga membuka potensi impor. Negara pun bakal merugi sebanyak US$ 95 juta, termasuk risiko menghilangkan mata pencaharian bagi 290 ribu petani. Anggota Eksekutif dari Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit di Wilayah Timur, Charles Lawrence TWUMASI-Ankrah mengatakan, tanpa perlindungan pemerintah banyak investor lebih memilih impor minyak sawit mentah (CPO).
GHANA – Petani plasma dan petani kecil kelapa sawit di Wilayah Timur Ghana mengatakan,
Inbrief |
10 August 2015 , 06:19 WIB |
Dibaca : 2.138 kali |
Penulis : Administrator
Berita Terkait
KUALA LUMPUR - Felda Global Ventures Holdings Bhd (FGV) optimis
10 August 2015 , 06:20 WIB
SAN FRANCISCO - Menurut sebuah studi baru oleh Grand View Research, Inc
10 August 2015 , 06:20 WIB
KUCHING - Heng Huat Resources Group Berhad (Heng Huat), produsen kelapa sawit teritegrasi
10 August 2015 , 06:11 WIB
Berita Rekomendasi
Biodiesel Sawit Berpotensi Signifikan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
23 February 2026 , 07:33 WIB
Sawit Lebih Produktif Hasilkan Biodiesel Dibanding Kedelai
23 February 2026 , 07:28 WIB
Perkebunan Sawit Berperan dalam Penyerapan Karbon di Daerah Tropis
23 February 2026 , 07:22 WIB
Teknologi Lubang Besar: Strategi Agronomi untuk Sawit Berumur Panjang
18 February 2026 , 14:49 WIB
Menaklukkan Tanah “Sulit”: Tantangan Spodosol di Barito Timur
18 February 2026 , 14:40 WIB
Program Biodiesel Melaju, Industri Sawit Diminta Fokus Tingkatkan Produktivitas
14 February 2026 , 15:00 WIB
Narasi “4 Juta Hektare Sawit Ilegal” Perlu Diluruskan, Jangan Sampai Menyesatkan
14 February 2026 , 14:59 WIB
Tak Semua Gulma Musuh Sawit, Peneliti PPKS Ungkap Mana yang Harus Dikendalikan
07 February 2026 , 06:55 WIB









