Berita Lintas
sawitbaik

Sengketa Petani dengan Astra Group, Aparat Diharap Netral



Sengketa Petani dengan Astra Group, Aparat Diharap Netral

INFO SAWIT, PASANGKAYU - Kelompok Tani yang tergabung dalam Koalisi Petani Mamuju Utara (KPM) meminta aparat keamanan di wilayah Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, netral dalam menangani sengketa lahan perkebunan kelapa sawit yang terjadi di daerah itu.

"Masyarakat dan PT Mamuang yang tergabung dalam Astra Grup telah bersitegang akibat sengketa lahan yang tidak kunjung reda. Kami hanya meminta agar anggota Brimob bisa bekerja profesional dan netral tanpa harus memihak pada perusahaan perkebunan Astra," kata Ketua KPM, MA Agung T BSc di Pasangkayu, Minggu seperti dikutip Antara.

Agung menjelaskan pihaknya merasa sangat kecewa dengan aparat pengamanan karena ikut membiarkan perusahaan melakukan panen sawit di lokasi yang disengketakan, seakan aparat keamanan tidak melindungi petani dari sikap arogan perusahaan perkebunan.

Padahal petani telah meminta dengan memasukkan surat ke Kantor Polres Matra untuk melakukan aksi serupa selama sembilan hari ke depan. Oleh sebab itu pihak petani mengancam akan melakukan aksi penutupan jalan ke lokasi yang disengketakan jika persoalan ini tidak menuai titik terang. “Saya telah melaporkan hal tersebut ke Polda Sulselbar dengan memberikan nama-nama anggota Brimob yang berjaga saat itu," ungkap Agung.

Sementara, CDAM Areal Celebes 1 PT Astra, Trianggoro saat dimintai penjelasannya mengatakan adanya Brimob yang berjaga di lokasi bukan pengawalan, namun itu sudah menjadi hak setiap warga negara ketika merasa terancam berhak mendapatkan penjagaan. "Adanya Brimob berjaga hanya sekedar pengamanan saja, karena kami dari perusahaan merasa terancam dengan aksi yang telah dilakukan pihak KPM," terangnya. (T2)