Berita Lintas
sawitbaik

Tunggu Pergerakan Bunga The FED, CPO Masih Prospektif



Tunggu Pergerakan Bunga The FED, CPO Masih Prospektif

INFO SAWIT, JAKARTA - Pelaku pasar masih mencermati rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (the funds rate/FFR) yang bakal memengaruhi pergerakan bursa saham pekan ini. Kabarnya, dengan adanya kenaikan FFR diprediksi bakal berdampak positif terhadap saham-saham sektor energi dan produsen minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada perdagangan Jumat (7/8), indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI ditutup melemah 36,26 poin (0,75%) ke level 4.770,30. Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp 259,7 miliar. Namun, secara akumulasi sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), investor asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 2,97 triliun.

Pelemahan IHSG terjadi saat pasar saham regional Asia ditutup dalam teritori positif. Sebaliknya, Wall Street menutup perdagangan akhir pekan di zona merah. Adapun rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akhir pekan lalu ditutup pada posisi Rp 13.536, melemah dibanding hari sebelumnya Rp 13.529 per dolar AS.

Analis LBP Enterprises Lucky Bayu Purnomo mengungkapkan, jika FFR yang saat ini 0,25% pasti dinaikkan pada September mendatang, hal itu akan mendongkrak nilai tukar dollar AS terhadap mata uang lain, termasuk rupiah. Emiten sektor energi dan CPO di dalam negeri bakal menangkap peluang tersebut dan memaksimalkan kontrak mereka dalam denominasi dolar AS.

Mayoritas mitra dagang sektor energi adalah asing sehingga kontraknya dalam dolar AS. Begitu juga emiten produsen CPO. Kedua sektor tersebut patut dicermati oleh investor jangka pendek,” ujar Lucky kepada Investor Daily di Jakarta, Sabtu (8/8). (T2)