INFO SAWIT, JAKARTA – Jika sebagian negara di Asia dan Timur Tengah menurunkan permintaan, justru kondisi sebaliknya terjadi pada permintaan minyak sawit di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang tercatat melonjak.
Impor minyak sawit AS pada Juli tercatat meningkat sekitar 131% menjadi sebanyak 58,7 ribu ton, dibandingkan permintaan pada bulan Juni yang hanya sebanyak 25,4 ribu ton. Dalam siaran resmi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang diterima InfoSAWIT, Kamis, kenaikan permintaan minyak sawit di AS lantaran efektifnya pelarangan penggunaan trans fat (lemak trans) dalam produk makanan, yang dikeluarkan pihak Badan Administrasi Obat dan Makanan (Food and Drug Administration–FDA).
Larangan ini telah diwacanakan sejak November 2013 dan baru diberlakukan pertengahan Juni 2015 yang lalu. Kata Direktur Eksekutif GAPKI, Fadhil Hasan, kondisi demikian menjadi angin segar bagi minyak sawit karena minyak sawit adalah salah satu minyak yang tidak mengandung lemak trans. “Sehingga menjadi alternatif pengganti minyak nabati lain yang mengandung lemak trans,” kata Fadhil. (T2)










