INFO SAWIT, PEKANBARU – Terus terpuruknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit belum tentu memiliki pengaruh terhadap tingginya angka inflasi di Provinsi Riau.
Menurut Asisten Direktur Ekonomi Moneter dan Keuangan Perwakilan BI Provinsi Riau Achmad Subarkah, ajloknya harga TBS terutama dirasakan petani swadaya belum terlalu memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian.
“Kita bisa kalkulasikan terlebih dulu seberapa luas kebun sawit milik masyarakat di Riau yang dikelola secara swadaya. Belum lagi warga di provinsi ini tergabung dalam kebun plasma juga banyak,” tuturnya Kamis (13/8/2015).
Ia menjelaskan, sebagaimana dilansir Metrotv, bahwa terjadinya inflasi di Provinsi Riau disebabkan banyak faktor atau tidak hanya dari rendahnya harga jual TBS kepada agen sawit atau perusahaan pabrik kelapa sawit.
Namun, penyebab inflasi dipengaruhi harga sembilan bahan pokok, perumahan, air, listrik, gas, bahan bakar, sandang, kesehatan, tranportasi dan kebutuhan hidup lainnya. (T3)










