INFO SAWIT, PEKAN BARU - Menghadapi arus penurunan harga tandan buah segar (TBS), petani kelapa sawit di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak melakukan cocok tanam padi. Hal ini guna menambah pendapatan yang tidak bisa diharapkan hany dengan menjual sawit.
Mereka tidak ingin keteteran lagi dalam memenuhi kebutuhan sehari-sehari sebagaimana yang pernah dialami beberapa tahun silam.
Menurut pengakuan seorang petani sawit di Kecamatan Bunga Raya, Sugeng Riadi, yang diberitakan Bertuahpos, Kamis, bahwa mereka telah belajar dari pengalaman tahun 2009 lalu, dimana harga TBS juga merosot tajam.
“Waktu itu memang banyak masyarakat yang kebingungan untuk membayar kredit atau tagihan lainnya. Belum lagi memikirkan kebutuhan ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Dari situ, jelasnya, setelah harga TBS normal, mulailah para petani sawit disana melakukan konversi ke komoditi lain. Hasil penjualan dari panen kebun sawit mereka sisihkan untuk modal membuka lahan persawahan.
Menurutnya upaya yang dilakukan tersebut saat ini membuahkan hasil. Terbukti pada saat harga TBS saat ini terperosok, masyarakat tetap menghasilkan pendapatan yang cukup dari tanaman padi mereka sudah menguning dan siap panen. (T3)










