INFO SAWIT, JAKARTA - Berbagai Badan dan Lembaga mulai dari Kadin, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ BPN, para Duta Besar luar negeri, Grennpeace, WWF, serta lima perusahaan sawit besar medukung dibentuknya tim manajemen Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP)
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, pihaknya menjadikan kelapa sawit sebagai salah satu prioritas pemasaran investasi. Untuk itu diharapkan dengan adanya IPOP ini investasi di sektor kelapa sawit dapat menuju ke arah investasi hijau.
“IPOP ini diharapkan akan mendorong pola bisnis kelapa sawit kepada peningkatan produktivitas dibandingkan kepada pembukaan lahan baru. Karena selama ini pelaku sawit lebih menekankan ekspansi,” katanya di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah meningkatkan investasi sektor kelapa sawit dengan menetapkan 4 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi pengembangan industri pengolahan kelapa sawit yakni KEK Sei Mangkei di Provinsi Sumatera Utara, KEK Tanjung Api-Api di Provinsi Sumatera Selatan, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di Provinsi Kalimantan Timur, dan KEK Morotai di Provinsi Maluku Utara.
Sementara pegiat lingkungan, Greenpeace memandang inisiatif IPOP ini tidak pernah dilakukan oleh negara-negara lain. Dan ini merupakan pencapaian yang paling baik dalam mengimplementasikan komitmen bisnis kelapa sawit dengan nol deforestasi. “Greenpeace mendukung insiatif ini (IPOP),” kata Kepala Kampanye Grenpeace, Bustar Maitar. (T3)







