INFO SAWIT, PEKANBARU - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Muhibbul Basyar di Pekanbaru, Selasa, menyebutkan lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau yang dikelola petani swadaya mencapai seluas 1.100.000 hektare lebih. Namun ironisnya 60% (seluas 660.000 hektar) masih menggunakan bibit palsu atau tidak bersertifikat sehingga produksi buah tidak berkualitas.
“Produsi buah sawit tidak berkualitas tersebut berdampak terhadap pembelian tandan buah segar (TBS) CPO cenderung dihargai murah dan petani swadaya terus merugi, kini nasib petani sawit swadaya Riau makin memprihatinkan,” sebutnya seperti dikutip Antara.
Menurutnya, ekonomi petani swadaya sangat memprihatinkan apalagi ditambah dengan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) yang hanya sebesar Rp200/Kg, setelah seminggu sebelumnya mencapai Rp600/Kg bahkan Rp300/Kg.
Nasib petani sawit swadaya di Riau, katanya lagi, makin diperparahdengan kondisi buah yang berasal dari tanaman pada tahun 1984 dan 1985 atau tanaman tua yang kini sudah berusia 31 tahun. (T3)










