INFO SAWIT, JAKARTA - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) merasa kecewa dengan kebijakan dana pungutan bagi industri kelapa sawit atau CPO Supporting Fund (CSF) yang digulirkan pemerintah, dari sebelumnya yang menaruh harapan besar akan membantu petani.
Pasalnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit lebih memfokuskan dana tersebut untuk pemenuhan biodiesel 15% (B15) ketimbang peremajaan (replanting) kebun milik petani yang sudah tua.
“Sejak CSF dimunculkan kami merasa terbantu, bahwa ada kebijakan yang dapat membantu petani. Tetapi ditengah perjalanan, dana ini rupanya tidak dimanfaatkan untuk petani, peremajaan sawit, meningkatkan produktivitas. Tetapi lebih banyak digunakan untuk memenuhi standar B15,” kata Ketua SPKS Nasional, Mansuetos Darto, dalam sebuah diskusi di Jakarta yang dihadiri InfoSAWIT, baru-baru ini.
Lanjutnya ia mengatakan, harapan kebijakan CSF itu lebih baik dibandingkan dengan regulasi-regulasi yang ada selama ini itu pupus, karena ternyata sama saja dengan sebelumnya.
Oleh karena itu, Darto berharap, kedepan pemerintah menciptakan suatu skema kemitraan yang benar-benar membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit swadaya atau mandiri. (T3)







