Berita Lintas
sawitbaik

Petani Sawit Di Kampung Batu Merasa Dirugikan Koperasi Limbah Perkasa



INFO SAWIT, TANJUNG REDEB - Salah satu koperasi yakni Limbah Perkasa, disinyalir belum memberikan hak 400 petani di Kampung Batu yang berjumlah ratusan juta rupiah.

Sebagaimana diberitakan Beritalima.com, Limbah Perkasa menjadi penanggungjawab atas masuknya kepala sawit milik petani di Kampung Batu ke pabrik pengolahan PT.Tanjung Buyu Perkasa (TBP).

Menurut Salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, kejadian ini bermula pada saat masyarakat hendak menjual hasil panen kepala sawit mereka ke pabrik pengolahan, namun pihak pabrik tak menerima jika tidak ada penanggungjawab berupa koperasi, sehingga masyarakat memutuskan untuk memasukkan hasil panen mereka melalui koperasi limbah perkasa dengan kesepakatan dari hasil penjualan di potong pajak 2.5%.

“Jadi kita masukkan sawit ke pabrik harus melalui koperasi saat ini, dan koperasi memotong 2.5% dari penjualan sawit, tetapi sampai sekitar 6 bulan hasil penjualan tak dibayar kan sesuai kesepakatan oleh masyarakat,” ungkapnya, Selasa.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa ada beberapa yang sudah pernah diterima dari koperasi tersebut namun tidak sesuai dengan kesepakatan awal, dan pemotongan untuk koperasi dianggap terlalu tinggi yaitu hingga 7%.

“Nah sekarang sudah nggak ada pembayaran, padahal sawit kita beberapa kali lancar saja kita kirim ke pabrik, dan dulu pernah kita terima beberapa kali namum potongan koperasi tidak sesuai perjanjian karena sampai mencapai 7%” sebutnya. (T3)