Berita Lintas
sawitbaik

Ini Penyebab Anjloknya Harga Sawit Di Bengkulu



Ini Penyebab Anjloknya Harga Sawit Di Bengkulu

INFO SAWIT, BENGKULU - Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu, Christine R Sidabutar, berpendapat dengan naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya terhadap mata uang rupiah tetapi juga nilai mata uang negara lainnya semestinya menaikan harga kelapa sawit. Namun yang ada saat ini justru sebaliknya, harga sawit mencekik para petani.

“Seharusnya ketika dolar naik, petani bisa mendapat keuntungan lebih tinggi dari sebelumnya. Misalnya saja, sebelumnya menjual sawit tiap 1 dolarnya dapat Rp 10.000, namun saat dolar naik tiap 1 Dolar yang diterima petani mendapatkan Rp 14.000,” tuturnya, Selasa.

Ia menjelaskan ekspor utama minyak sawit mentah (CPO) Bengkulu yakni ke Tiongkok. Tetapi saat ini mata uang Tiongkok  juga terimbas menguatnya dolar, sehingga tidak dapat membeli CPO dengan jumlah seperti sebelumnya

Menurut Christine, akibat kondisi demikian stok sawit yang selama ini ditampung oleh ekposrtir di China saat ini menjadi menumpuk, sementara negara tujuan ekspor utama lainnya juga tidak bisa menampung komoditas sawit dari Bengkulu.

Ditambah lagi, katanya, dengan menurunnya permintaan sawit dari Indonesia. “Stok sawit saat ni menumpuk, sementara pasar dunia tidak bisa menampung stok sawit yang ada sehingga harga sawit di Bengkulu menjadi turun,” ujarnya seperti dikutip KBRN. (T3)