INFO SAWIT, KOTA BENGKULU - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan, meminta agar pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) tidak hanya menerima TBS hanya dari pengempul saja tetapi juga langsung dari peteni. Hal ini terkait semakin parahnya harga jual TBS di tingkat petani yang mencapai Rp300/kg.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemantauan harga TBS ke beberapa PKS yang beroperasi di Bengkulu.
“Kita minta perusahaan transparan terkait penetapan harga sehingga masyarakat tahu, dan juga minta ke pabrik untuk menerima sawit tidak hanya dari pengumpul mobil-mobil besar, tapi juga petani kecil sehingga tidak terlalu banyak potongan di tingkat petani,” jelas Kepala Disbun Bengkulu, Ricky Gunarwan, Rabu,
Sebagaimana ditulis Kupas Bengkulu, saat ini diketahui ada 25 pabrik pengolahan kelapa sawit yang beroperasi di Provinsi Bengkulu. (T3)










