INFO SAWIT, PEKANBARU - Berdasarkan hasil pertemuan antara Dinas Perkebunan (Disbun) Riau bersama kabupaten/kota beberapa waktu lalu, disepakati pemasaran sawit petani swadaya ke perusahaan-perusahaan akan difasilitasi.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Muhibul Basyir, mengatakan, selain itu pihaknya juga bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Perkebunan dan Asosiasi Pekebun Swadaya untuk melakukan pengawasan harga.
“Sehingga petani swadaya memperoleh harga yang layak. Perusahaan perkebunan harus lebih terbuka dalam penetapan harga TBS serta rendemen CPO dari TBS pekebun swadaya,” ujarnya seperti dikutip portal resmi Pemprov Riau, Jumat.
Selain itu katanya, juga perlu bantuan biaya transportasi TBS pekebun melalui CSR Perusahaan Perkebunan dan bantuan sarana produksi kepada pekebun melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2015.
Harga terendah terindikasi terjadi di wilayah yang tergolong remote area, sehingga diperlukan perbaikan sarana dan prasarana menuju kebun petani yang akan berdampak terhadap peningkatan posisi tawar atau bargaining position petani di masa akan datang.
“Mengenai harga, tergantung wilayah dan kelayakan infrastruktur yang tersedia ke kebun kelapa sawit swadaya,” terangnya. (T3)







