Berita Lintas
sawitbaik

Kerugian Karhutla Di Jambi Capai 2,6 Triliun



Kerugian Karhutla Di Jambi Capai 2,6 Triliun

INFO SAWIT, JAMBI - Manajer Komunikasi dan Publikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (Warsi) Provinsi Jambi, Rudi Syaf , mengatakan nilai kerugian dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Jambi mencapai sedikitnya Rp 2,6 triliun.

Kepada Suara Pembaruan, Senin, Rudy mengungkapkan, areal hutan dan lahan gambut yang terbakar di Jambi dalam satu bulan terakhir seluas 33.745 hektar (ha) yang berlokasi di Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) dan Muarojambi.

Kebakaran hutan gambut tersebut berada di di areal hutan tanaman industri (HTI), hak pengusahaan hutan (HPH), hutan produksi, hutan lindung, taman hutan raya (tahura) dan taman nasional. Sedangkan kebakaran lahan gambut tersebar di areal perkebunan kelapa sawit.

Lebih detailnya ia menjelaskan, hutan gambut yang terbakar di areal HTI di Jambi mencapai 3.089 ha. Kebakaran di hutan gambut yang dikuasai perusahaan HPH sekitar 5.790  ha. Kebakaran di kawasan hutan lindung gambut sekitar 6.196 ha, kebakaran hutan gambut di TahuraTanjung Muarojambi (1.317 ha), kebakaran hutan gambut Taman Nasional Berbak (4.803 ha), kebakaran hutan gambut di hutan produksi (1.924 ha) dan kebakaran hutan gambut di areal penggunaan lain (4.734 ha). Kemudian kebakaran lahan gambut di areal perkebunan kelapa sawit mencapai 5.891 ha.

“Berdasarkan analisa atau perhitungan KKI Warsi Jambi, kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan gambut di Jambi saat ini mencapai Rp 2,6 triliun. Kerugian tersebut didasarkan pada kerusakan hutan sumber daya hutan dan kebun sawit. Kemudian kerugian tersebut juga termasuk dampak asap kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan, penerbangan, pelayaran dan pendidikan,” jelasnya. (T3)