Biasanya petani sawit menikmati masa-masa emas ketika nilai rupiah melemah. Pasalnya, hasil panen sawit (TBS) yang didapat, selalu mengacu kepada harga internasional yang berwujud dolar AS. Kenapa harga jual TBS melulu turun, sedangkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS cenderung melemah?
Berbagai analisa dikemukakan para ahli menyikapi penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara lainnya. Ketika dolar AS kian menguat, memang menjadi persoalan bagi banyak negara. Pasalnya, dolar AS sebagai world reserve currency, menjadi mata uang yang banyak digunakan dalam perdagangan internasional.
Kendati masih terdapat, reserve currency lainnya, seperti euro dan yen yang juga sering digunakan. Namun, sebagian besar perdagangan internasional asal Indonesia, masih terbiasa menggunakan mata uang dolar AS. Sebab itu, ketika nilai tukar dolar AS terus menguat terhadap Rupiah, maka intervensi selalu dilakukan Bank Indonesia (BI).
Intervensi yang dilakukan BI, bertujuan meredam lonjakan nilai tukar yang terlalu tinggi. Kendati, masih terjadi kenaikan nilai tukar, dipandang sebagian ahli ekonomi sebagai bentuk kewajaran. Lantaran, hampir semua perdagangan yang dilakukan Indonesia, menggunakan dolar AS sebagai acuannya.
Semisal perdagangan CPO, memang selalu merujuk kepada . . .










