Rendahnya harga jual Tandan Buah Segar (TBS), diberbagai wilayah Indonesia baru-baru ini, menjadi fenomena yang menarik. Pasalnya, turunnya harga jual TBS secara drastis tidak banyak yang mengetahui penyebabnya. Kendati, harga CPO ikut terpuruk bersama dengan komoditas lainnya, namun rendahnya harga jual TBS dewasa ini, jadi bumerang bagi petani.
Turunnya harga jual minyak sawit mentah (CPO) ditengarai banyak pihak sebagai biang keladi jatuhnya harga jual TBS. Namun, bila tahun-tahun sebelumnya harga jual TBS masih dapat tertolong akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika, namun tahun ini, kenapa harga melorot tajam?
Berdasarkan penelusuran InfoSAWIT dari berbagai daerah, harga jual TBS dari petani, paling banyak mengalami penurunan. Keberadaan harga jual TBS di berbagai wilayah di Indonesia, mengalami distorsi harga yang paling liar dalam kurun 5 tahun terakhir.
Jatuhnya harga jual TBS memang sejalan dengan turunnya harga jual CPO di pasar internasional. Berdasarkan data InfoSAWIT, harga rata-rata CPO pada bulan Juli, sebesar US$ 648/ton. Masih sedikit berdampak kepada harga jual TBS di tingkatan petani. Sebagian besar petani, di berbagai wilayah masih mendapatkan harga jual mencapai Rp 800-1000/kg TBS.
Namun, sejak akhir Juli 2015, berlahan-lahan harga jual TBS terus mengalami penurunan drastis. Berdasarkan pantauan InfoSAWIT, akhir-akhir ini, harga jual TBS hanya sebesar Rp 400-500/kg. Mengapa harga jual TBS turun drastis?
Pungutan CSF Jadi Penyebab?
Harga rata-rata CPO pada bulan Juli 2015 sebesar US$ 648/Ton, bila ditukar Rupiah dengan nilai kurs rata-rata sebesar Rp 13,400/US$ maka senilai Rp 8.683.200/Ton CPO. Maka harga jual TBS, masih berkisar Rp 800-900/kg. Bahkan di beberapa wilayah, masih ada yang bisa menjual dengan harga Rp 1.000/kg.
Baru-baru ini, nilai tukar Rupiah kian melemah dan melampaui Rp 14.000/Dollar AS, sejalan dengan melemahnya nilai Rupiah, harga jual CPO juga kian turun, berkisar US$ 600/ton. Bila dikalikan dengan nilai kurs sebesar Rp 14.000/Dollar AS, maka senilai Rp 8.400.000/Ton CPO. Seharusnya harga jual TBS masih pada kisaran nilai yang sama dengan bulan sebelumnya.
Namun nyatanya, pil pahit harus ditelan petani sawit, lantaran harga jual TBS akhir-akhir ini hanya sebesar Rp 400-500/kg TBS. Sejatinya, penurunan harga jual CPO tidak terlalu tajam, lantaran nilai kurs Rupiah kian melemah pula.
Anjloknya harga jual TBS milik petani, diduga kuat sebagian pihak, memang bersumber dari kian melemahnya harga jual CPO di pasar internasional. Kondisi pelemahan harga jual CPO di pasar global, juga bertambah parah akibat adanya kebijakan baru pemerintah yang mengenakan pungutan dana CPO Supporting Fund (CSF). . . .?









