Berita Lintas
sawitbaik

TUDINGAN MIRING SAWIT TAK BERGEMING



TUDINGAN MIRING SAWIT TAK BERGEMING

Diakui atau tidak ternyata masih banyak masyarakat di dunia yang menganggap pengembangan komoditas kelapa sawit sumber rusaknya lingkungan. Musababnya minimnya informasi dan sosialisasi.

Belum lama ini, Menteri Ekologi Perancis, Ségolène Royal, mengkampanyekan untuk tidak mengonsumsi Nutella, sebuah merek produk selai coklat asal Italia, alasannya mengandung minyak sawit. Pernyataan Ségolène di televisi nasional Perancis Canal+ , sontak mengegerkan dunia.

Bagi produsen minyak sawit dunia, Indonesia dan Malaysia, pernyataan Ségolène itu tentu saja dianggap sebagai kampanye negatif terhadap produk minyak sawit, lantaran mendorong masyarakat Perancis untuk tidak mengonsumsi produk-produk yang berbahan baku minyak sawit.

Untungnya kejadian itu tidak terjadi untuk waktu yang lama, lantaran selepas mendengar celotehan Ségolène, para petinggi negara Italia langsung merespon kasus tersebut, seperti yang dilakukan Menteri Lingkunga Italia, Gian Luca Galleti, yang menghendaki Ségolène Royal untuk tidak mengganggu produk Italia.

Kasus anjuran untuk tidak mengonsumsi produk Nutella itu pun berbuntut panjang, lantaran di Parlemen Italia muncul resolusi untuk membela kampanye hitam minyak sawit pada 30 Juli 2015 silam, yang digagas oleh anggota parlemen Italia dari perwakilan Nuovo Centro Destra, Dorina Bianchi, serta dari Partai Scelta Civica, Giovanni Monchiero, Pierpaolo Vargiu dan Ilaria Capua.

Bahkan tutur Dorina Bianchi yang juga sebagai dokter ahli syaraf menyebut, minyak sawit telah menjadi korban dari kampanye politik kotor dan pemberitaan media yang mendorong perusahaan makanan di Eropa untuk mengganti minyak sawit dengan minyak nabati lainnya.

Nah, itu baru satu kasus yang terjadi di Italia, dan untungnya untuk kali ini minyak sawit mendapatkan pembelaan “gratis” akibat yang diserang adalah produk makanan asal Italia. Bagaimana dengan tudingan miring di negara-negara lainnya?

Tentu saja tidak seberuntung seperti yang terjadi di Italia, lantaran kasus serupa juga terjadi diberbagai belahan dunia lainnya seperti terjadi di Jepang, Australia, Amerika Serikat dan negara lainnya, dan itu tidak terjadi kali ini saja sebab telah terjadi sebelumnya, bahkan sebelum sawit mengungguli pangsa pasar kedelai di dunia tahun 2004 silam, tudingan negatif itu pun semakin menguat.

Selain negara-negara produsen minyak nabati lainnya acap mengeluarkan kebijakan yang merugikan pasar minyak sawit di dunia. Anggapan bahwa kelapa sawit adalah komoditas yang merusak juga telah melekat disetiap individu masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri, informasi ini didapat tatkala InfoSAWIT mengikuti diskusi yang diadakan oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok Diaspora di Jakarta.

Dalam diskusi terungkap, banyak orang Indonesia yang  . . .