Berita Lintas
sawitbaik

KEMITRAAN PETANI DAN PERUSAHAAN, SAWIT MENJADIKAN RAKYAT SEJAHTERA



KEMITRAAN PETANI DAN PERUSAHAAN, SAWIT MENJADIKAN RAKYAT  SEJAHTERA

Sosok Marzuki Usman tak asing lagi di Indonesia, berbagai organisasi masyarakat yang diikuti dan dilahirkannya, masih mewarnai dinamika kehidupan berbangsa hingga saat ini. Bahkan, perjalanan karir Marzuki yang moncer, juga menjadi bagian dari sejarah yang tak terlupakan. Kini,Marzuki kembali melanjutkan tugas menyejahterakan rakyat, melalui dunia usaha sawit.

Dilahirkan di sebuah desa Mersam, Provinsi Jambi pada 71 tahun silam, tepatnya tanggal 30 Desember 1943. Pria bernama Marzuki Usman, memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi, Jurusan Keuangan dan Perbankan, Universitas Gajah Mada pada tahun 1969. Berikutnya pada tahun 1975, Gelar Master of Arts in Economics, didampuknya dari Duke University, Durham, North Carolina, USA.

Semula berkarir di dunia pemerintahan sebagai Staf Direktorat Jenderal Keuangan, Departemen Keuangan pada tahun 1969, usai mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi. Lalu, berkarya di Direktorat Jenderal Moneter, Departemen Keuangan, tahun 1977 hingga 1988, hingga menjabat sebagai Direktur Investasi dan Kekayaan Negara, kemudian Direktur Lembaga Keuangan, dan Akuntansi.

Tahun 1988 hingga 1991, Ia dipercaya sebagai Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal, Setelah itu, Ia menjabat sebagai Kepala Badan Pendidikan, dan Latihan Keuangan, Departemen Keuangan pada tahun 1991 sampai dengan 1995. Dirinya juga dipercaya sebagai Kepala Badan Analisa Keuangan, dan Moneter, Departemen Keuangan dari tahun 1995 sampai dengan tahun 1998.

Selain karir di pemerintahan yang moncer, dirinya juga menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris pada Bank Bumi Daya, dari tahun 1981 sampai tahun 1987, BDNI dari 1983-1989. Komisaris Bank Dagang Negara dari tahun 1988 sampai tahun 1998. Dan juga menjabat Komisaris Perum Astek dari tahun 1989 sampai tahun 1992.

Jabatan Ketua V Indonesia Forum dijabatnya sejak tahun 1991 hingga tahun 2000. Pada tahun 1993, dirinya juga menjabat Ketua Delegasi Indonesia di WTO untuk sektor jasa-jasa, di Genewa, Switzerland. Selain itu, dirinya juga sebagai Penasehat pada ABN – AMRO Bank, dan juga anggota International Member of Advisory Board dari Nasdaq di New York tahun 1994. Sejak tahun 1996, Marzuki  menjabat Penasehat Senior PT. Bursa Efek Jakarta, hingga seumur hidup.

Membantu Pemerintah

Asam garam yang telah dilaluinya semasa berkarir di Departemen Keuangan, juga mengganjar dirinya sebagai Sekretaris Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada tahun 1998. Berbagai gejolak politik di Tanah Air tidak menyurutkan peranannya, kendati terjadi penggantian Presiden, namun tetap mengabdikan dirinya bagi kepentingan bangsa.

Masa pemerintahan Presiden Habibie, Marzuki menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya R.I pada tahun 1998 - 1999, dan pada tahun1999 Ia diangkat pula sebagai Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM, selain menjabat sebagai Menteri Perhubungan ad interim, dan sebagai Menteri Kehakiman ad interim.

Hingga masa pemerintahan Presiden KH. Abdurrahman Wahid, Ia juga menjabat sebagai Menteri Kehutanan R.I, dari bulan Maret sampai dengan bulan Agustus tahun 2001. “Kendati Presiden berganti, saya tetap membantu pemerintah,” ujar Marzuki menerangkan.

Marzuki juga pernah menjabat sebagai  . . .