BERANGKAT DARI SEMAKIN MENIPISNYA BAHAN BAKU FOSIL, BIODIESEL DIGADANG-GADANG AKAN MEMENUHI KEBUTUHAN BAHAN BAKAR DAN MENEKAN IMPOR MINYAK BUMI
Mendekati penghujung bulan Agustus 2015, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar perhelatan akbar dengan tema Indonesia EBTKE Conference and Exhibition (EBTKE ConEx) 2015. Langkah ini diklaim sebagai bukti kesungguhan pemerintah dalam mendorong penggunaan energi baru terbarukan dan konservasi energi.
Diantara yang menjadi bahasan penting yakni terkait penyerapan bahan bakar nabati (BBN) jenis solar yang dicampur dengan minyak sawit mentah (CPO) atau dikenal dengan biodiesel, sebagai salah satu pemanfaatan energi baru terbarukan. Lantaran sudah semakin menipisnya bahan baku fosil dan untuk menekan impor minyak bumi sekitar US$ 3 miliar.
Selain itu, program mandatori biodiesel disinyalir dapat memberikan peluang pasar baru terutama untuk pembangkit listrik berbasis EBT. Sehingga pemerintah memandang perlunya penekanan tindak lanjut pengembangan biofuel.
Terlebih ketersediaan CPO dipastikan sangat siap dan . . .









