INFO SAWIT, JAKARTA – Bergulirnya kebijakan dana pungutan bagi industri kelapa sawit atau CPO Supporting Fund (CSF) dikeluhkan oleh sebagian pelaku usaha. Pasalnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar dunia sedang merosot tajam.
Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryani SF Motik, dalam kondisi ekonomi seperti ini, seharusnya pemerintah menghentikan pungutan yang dijalankan oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) Sawit.
“Seharusnya pajak-pajak itu dihilangkan misalnya pajak (pungutan) sawit, ada yang harus setoran US$ 50 per ton (untuk produk CPO murni). Hari ini, badan tersebut seharusnya tidak perlu bergerak,” ucapnya, Sabtu, seperti dikutip Liputan6.
Meskipun dirinya memahami, bahwa pungutan tersebut memiliki tujuan yang baik, diantaranya untuk mendanai peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat yang sudah tua, namun hal tersebut dianggap tidak cocok jika tetap diterapkan pada saat ini.
“Kita jangan bicara replanting, itu masih 5 tahun-10 tahun lagi. Kalau pungutan tetap dilakukan, industri yang akan mati. Saya bukannya tidak setuju dengan pungutan ini, tapi itu bisa dilakukan nanti,” ujar Suryani. (T3)










