INFO SAWIT, PONTIANAK - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat meminta pemerintah daerah (pemda) melindungi investasi perkebunan sawit di tengah guncangan perekonomian dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
“Sudah seharusnya sektor-sektor strategis di negara ini, yang nyata-nyata memberikan manfaat, diperkuat. Salah satunya sektor perkebunan sawit yang terbukti tahan dari krisis ekonomi pada awal 2000,” ujar Ketua Apindo Kalbar, Andreas Acui Simanjaya, seperti dikutip Antara, Rabu.
Menurutnya, pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan Kalbar khususnya kini tengah menghadapi masalah-masalah seperti konflik atas lahan, rendahnya produktivitas hasil kebun, dan lemahnya kelembagaan, sehingga membuat iklim investasi perkebunan menurun dan itu membutuhkan dukungan pemda.
Acui menekankan untuk perusahaan yang sudah melakukan semua kegiatan dengan mengikuti aturan perundangan yang ada, maka semua unsur pemerintah daerah wajib mengamankan investasi yang sudah dilakukan perusahaan itu, jika terjadi persoalan dengan masyarakat.
Akar permasalahannya harus dituntaskan, jika ada oknum yang memprovokasi apalagi sampai mengajak masyarakat merusak harus diproses secara tegas sesuai hukum yang berlaku. Intinya setiap persoalan yang timbul harus diselesaikan dengan mendudukan persoalan sesuai dengan aturan hukum yang ada.
“Jika perusahaan benar maka harus dibela, jika perusahaan salah maka hak masyarakat harus dikembalikan. Jika ada perusahaan yang diperas berkenaan dengan investasinya di daerah maka silahkan dilaporkan pada aparat yang berwenang di daerah tersebut dan Apindo akan mendampingi proses hukumnya,” jelasnya. (T3)







