INFO SAWIT, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan perlu dilakukan berbagai terobosan dengan menciptakan karya dan inovasi baru untuk mendukung bangkitnya perekonomian masyarakat. Termasuk upaya untuk menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri.
“Kita juga harus mampu mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lingkungan masyarakat yang didukung SDM unggul dan berkualitas, agar mampu bertahan dan berkompetisi terhadap krisis dan persaingan ekonomi global," katanya seperti dikutip portal resmi Pemprov Kaltim, Kamis.
Menurutnya, dengan potensi yang ada, Kaltim terus berusaha menggerakkan iklim investasi yang lebih baik sehingga mampu menyerap masuknya modal dalam negeri dan investasi asing sebanyak mungkin.
Pengembangan klaster industri di beberapa daerah menjadi peluang investasi yang bisa dipromosikan kepada penanam modal baik dari luar maupun dalam negeri. Pengembangan klaster industri ini menjadi fokus kita kedepan guna membenahi pengelolaan SDA.
“Artinya, Kaltim akan terus melakukan hilirisasi industri dengan berbagai nilai tambah, sehingga kita tidak sekedar menjual dan mengekspor komoditas ekstraktif atau primer, tetapi hrus dikirim dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi,” ucapnya.
Awang menjelaskan, klaster industri yang dimaksud berbasis migas dan kondensat di Bontang, serta klaster industri berbasis pertanian dalam arti luas dan oleochemical di Kutai Timur. Kedua klaster industri tersebut sedang berjalan, khusus di Bontang sudah beroperasi, bahkan di Kutai Timur, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimatan.
Kawasan ekonomi khusus ini terdiri dari KIPI Maloy (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Maloy), Kawasan Batuta Chemical Industry Project (BCIP) dan Trans Kalimantan Economic Zone (TKEZ) di Kutai Timur. Maupun Kawasan Industri Buluminung di PPU dan kawasan industri Kariangau Balikpapan. (T3)







