INFO SAWIT, JAKARTA - Perusahaan migas milik negara, PT Pertamina (Persero), tengah menempatkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai misi bisnis perusahaan. Sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang menempatkan biofuel diatas fosil fuel.
Senior Vice President Engineering and Operation Management Direktorat Energi Baru dan Terbarukan Pertamina, Tanudji mengatakan, penurunan bahan bakar fosil membuat pertamina merubah target, serta visi dan misinya dari minyak bumi menjadi energi.
Dijelaskannya, untuk memenuhi kebutuhan biofuel pertamina membutuhkan 10 green diesel refinery dalam kapasitas 10 ribu barel dalam 10 tahun ke depan. Adapun untuk memenuhi stabilitas feedstok perseroan akan berinvestasi di hulu. “Makanya kita perlu ada pengembangan perkebunan karena pertamina tidak ada kapabilitas dalam hal ini,” katanya di Jakarta, belum lama ini.
Selain itu, untuk mencapai target tersebut Pertamina akan menggaet sektor swasta. Apalagi sudah diketahui bahwa penanaman kembali butuh 6 tahun, sehingga membutuhkan perusahaan lain untuk mendukung. “Kami berkoordinasi dengan PTPN. Butuh waktu beberapa bulan untuk memenuhi stok yang dibutuhkan,” ujarnya.
Demi tercapainya program biofuel, Pertamina siap untuk menjadi perusahaan penyerap terbesar energi baru terbarukan yang ditargetkan dapat mencapai 23% dan secara ekonomi sesuai dengan kebutuhan dan kapabilitas. (T3)










