INFO SAWIT, PEKANBARU –Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Provinsi Riau mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di daerah itu menyebabkan perusahaan anggotanya mengalami kerugian sekira Rp7,2 triliun.
Pengurus Gapki di Riau, Saur Sihombing, menjelaskan kerugian terutama akibat berkurangnya produktivitas, dan bertambahnya biaya operasional akibat asap melanda sejak dua bulan terakhir.
“Asap berasal dari kebakaran lahan dan hutan itu kini lebih besar dari tahun 2014, walaupun hotspot di Riau relatif minim dibandingkan provinsi lain,” jelasnya, Kamis.
Menurutnya, kerugian sebesar Rp 7,2 triliun itu juga sudah termasuk rendahnya kualitas buah sawit karena penyerbukan bunga sawit menjadi tidak sempurna akibat asap. Bahkan kerugian juga meliputi berkurangnya pendapatan PAD dari sektor perkebunan sawit akibat produksi terkontaminasi oleh asap.
“Namun demikian kalangan pemerintah daerah harus yakin bahwa perusahaan tidak lagi membakar lahan, kendati memang ada perusahaan di Riau hanya ada satu kebakaran di areal konsesi perusahaan berbasis perkebunan sawit yaitu PT Langgam Inti Hibrida (anggota Gapki) di Kabupaten Pelalawan,” tuturnya seperti dilansir Republika. (T3)










