INFO SAWIT, GUETAMALA – Tiga aktivis dari Guatemala’s Council of Displaced Peoples (CONDEG) telah diculik orang tak dikenal, pada hari Kamis. Penculikan itu diduga terkait putusan pengadilan tengara terhadap produsen minyak sawit Repsa.
Organisasi hak asasi manusia lokal, UDEFEGUA, pada siaran pers nya mengecam lambannya pihak pemerintah daerah setempat dalam menangani hilangnya ketiga aktivis tersebut.
“Kami tegaskan dan menuntut tindakan segera oleh pemerintah untuk menjamin keamanan, kehidupan dan integritas fisik dari para pembela hak asasi manusia,” kata pernyataan itu, seperti dikutip Telesurtv.
Sampai saat ini pejabat polisi belum menemukan tersangka atau orang yang dicurigai terlibat dalam insiden itu.
Menurut laporan media setempat, para penculik menuntut pembalikan putusan pengadilan Guatemala, yang memerintahkan produsen minyak sawit lokal Repsa untuk menghentikan sementara operasinya karena praktik lingkungan yang tidak etis.
Keputusan itu dijatuhkan Rabu setelah warga setempat mengajukan mosi hukum terhadap perusahaan untuk mengkontaminasi air minum dan membahayakan spesies yang dilindungi di sepanjang sungai La pasion.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Guetamala, baru-baru ini menyimpulkan bahwa sungai La Pasion telah tercemar dengan malathion, pestisida pertanian.
Putusan pengadilan, bagaimanapun, membuat marah beberapa warga setempat yang bergantung pada perusahaan tempatnya bekerja. Repsa mempekerjakan lebih dari separuh penduduk lokal dan sebagian besar pusat pekerjaan di sekitar industri kelapa sawit.
Guatemala telah menjadi eksportir terbesar kesembilan minyak sawit di dunia, dan terbesar kedua eksportir minyak sawit di Amerika Latin. (T3)









