Berita Lintas
sawitbaik

Petani Swadaya Jadi Kendala ISPO



Petani Swadaya Jadi Kendala ISPO

INFO SAWIT, JAMBI – Dinas Perkebunan Provinsi Jambi menilai salah satu penghambat perusahaan kelapa sawit untuk mendapatkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yakni tidak standarnya petani sawit swadaya.

"Kalau perusahaan mau dapat ISPO, produksi sawit di petani harus sesuai standar, sementara 40% pemproduksi sawit di Jambi petani swadaya," ujar Kabid Pengembangan Hasil Kebun, Dinas Perkebunan Jambi, Panca Pria, kepada citraindonesia, Senin. Sampai saat ini baru lima perusahaan di Jambi yang memiliki sertifikat itu, yakni Asian Agri Group, PT SAL, PTPN VI, PT Agro Wiyana, dan PT Brahma Bina Bakti.

Oleh karena itu, kata Panca, Pemprov Jambi akan fokus membenahi petani swadaya, pasalnya dari 120 ribu hektar lahan produktif, baru 300 hektar yang pengelolaannya memenuhi standar karena ditangani 217 petani swadaya yang telah memperoleh sertifikat RSPO. “Pabrik yang punya RSPO hanya akan terima tandan buah segar (TBS) dari petani yang sudah teruji dan juga bersertifikat RSPO atau ISPO. Makanya kita gandeng SNV Indonesia, untuk membenahi petani swadaya,” ujarnya. (T3)