INFO SAWIT, SEKADAU - Petani sawit di Kabupaten Sekadau masih mengeluhkan rendahnya harga jual tandan buah segar (TBS) sawit. Ditambah dengan harga karet yang juga belum menunjukan peningkatan.
Pasalnya, sejak harga karet anjlok, para petani mulai mengalihkan nafkah ke komoditas kelapa sawit. Banyak petani yang berbondong-bondong membuka lahan baru untuk menanam sawit mandiri.
Untuk membuka lahan kelapa sawit baru, butuh modal yang tidak sedikit. Namun, risiko itu rela ditanggung petani dengan harapan akan menuai hasil yang sepadan saat tanamannya produktif.
Namun, yang terjadi justru jauh dari harapan. Para petani saat ini dihadapkan pada kenyataan turunnya harga jual TBS. Salah satu indikator turunnya harga TBS adalah anjloknya harga CPO dunia. Hal tersebut diakui oleh satu diantara petai kelapa sawit di Sekadau Budiman.
“Bulan Agustus masih Rp1.400, yang panen terakhir kami hanya dapat Rp 600 per kilogramnya. Mau makan apa,” ujarnya, Kamis, seperti dikutip TribunPontianak. (T3)










