INFO SAWIT, BANDAR LAMPUNG – Jatuhnya harga tandan buah segar (TBS) dan karet ketitik terendah membuat sejumlah petani di Lampung mengganti tanaman kelapa sawit serta karet menjadi tanaman singkong.
Menurut beberapa petani yang ditemui di Lampung Tengah, Rabu, antara lain di Kecamatan Terusan Nunyai, harga sawit dan getah karet saat ini sudah tidak menguntungkan petani, karena harganya sangat rendah.
Harga karet alam di tingkat petani saat ini hanya Rp5.000--Rp5.500/Kg, padahal saat situasi baik harganya bisa mencapai Rp8.000-Rp9.000/Kg, bahkan getah kualitas baik bisa lebih tinggi.
“Harga jual getah karet dan buah sawit saat ini tidak seimbang dengan biaya memanen, jadi tidak ada keuntungan yang didapat petani,” kata salah satu petani sawit di Kecamatan Terusan Nunyai, Husin, Selasa.
Ia menuturkan, sebagaimana dilansir AntaraLampung, anjloknya harga getah karet dan buah sawit ini tidak bisa diperkirakan sampai kapan, karena itu para petani memilih mengganti tanaman kebunnya dengan tanaman singkong atau ubi kayu yang secara hitungan ekonomi harga jualnya saat ini lebih menguntungkan.
Dalam tempo delapan hingga sembilan bulan atau paling lama satu tahun, singkong sudah bisa dipanen, bahkan jika proses tanam dan pemeliharaannya sesuai aturan, hasilnya bisa lebih maksimal. (T3)










