Berita Lintas
sawitbaik

Potensi POME Di Kaltim Besar



INFO SAWIT, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak mengatakan perusahaan kelapa sawit harus melakukan inovasi baru dalam mengembangkan industri ini diantaranya menjadikan limbah cair minyak kelapa sawit (POME/palm oil mill effluent) sebagai bahan pembangkit energi listrik.

“Perusahaan perkebunan kelapa sawit harus melakukan inovasi. Diantaranya memanfaatkan limbah cair sawit untuk menghasilkan energy khususnya energy listrik,” katanya, Rabu.

Dijelaskannya, inovasi dan kreasi yang dilakukan perusahaan kelapa sawit ini sangat penting melihat peluang untuk membuat produk samping olahan kelapa sawit menjadi bernilai ekonomi tinggi dan mendukung pembangunan serta pengembangan energy listrik Kaltim.

Lebih lajut sebutnya, sebagaimana ditulis Humas Pemprov Kaltim, di Kaltim sudah terbangun 53 unit pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas terpasang 2.765 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Pabrik itu mapu memproduksi CPO (crude palm oil) mencapai 1,782 juta ton.

Sementara target rasio elektrifikasi (ER) Kaltim pada 2014 mencapai 70,13% dan ditarget ER pada 2018 sebesar 80%. Diperkirakan limbah cair kelapa sawit jika dibangun pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) mampu menghasilkan energy listrik 30 MW.

Potensi limbah cair ini diharapkan Awang, hendaknya  dioptimalkan pemanfaatannya khususnya untuk mendukung ketersediaan energy listrik. diprediksi mampu berkontribusi ER 25 persen pada tahun 2025.

“Potensi limbah cair sawit atau POME di Kaltim ini diperkirakan mampu berkontribusi untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar 25% dari bauran energy pada tahun 2025 dan mengurangi emisi sampai 26 persen pada 2020,” jelasnya. (T3)