INFO SAWIT, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak meminta para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit disana untuk mengembangkan hilirisasi produk tidak hanya menghasilkan mentah saja.
“Pengusaha perkebunan kelapa sawit harus berkomitmen kuat untuk tidak semata membangun perluasan lahannya. Tetapi harus juga membangun sektor hilirnya,” terangnya.
Menurutnya, subsektor perkebunan khususnya komoditi kelapa sawit di Kaltim sangat potensial dikembangkan. Selain, ketersediaan lahan yang cukup luas juga didukung komitmen pemerintah daerah melalui berbagai kebijakannya.
Diantaranya, saat ini sudah terbangun satu juta hektar lebih perkebunan kelapa sawit yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Kaltim. Berikutnya, sudah ditetapkan target pembangunan satu juta hektar perkebunan kelapa sawit tahap kedua.
Namun demikian lanjut Awang, seperti diberitakan Humas Pemprov Kaltim, luasan lahan perkebunan kelapa sawit dengan jumlah produksi yang cukup tinggi belum diimbangi dengan pembangunan pabrik kelapa sawit sebagai sarana pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Di Kaltim sudah terbangun sekitar 53 pabrik kelapa sawit (PKS) sementara lahan perkebunan yang sudah terbangun mencapai satu juta hektar. Berarti kondisi ini sangat belum berimbang antara produksi dengan pabrik pengolahan. (T3)










