INFO SAWIT, KUALA LUMPUR – Produsen minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia, Malaysia, berharap stok minyak sawit dipertahankan sekitar dua juta ton dari 2,49 juta ton yang tercatat pada akhir September dengan menerapkan insentif penanaman kembali dan meminimalkan impor.
Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Datuk Amar Douglas Uggah Embas mengatakan, insentif penanaman kembali yang akan dilaksanakan pada 1 Oktober bertujuan untuk mengurangi 83.000 hektar area tanaman kelapa sawit dimana akan mengurangi produksi sebanyak 250.000 ton.
“Kami juga akan meminimalkan impor minyak sawit sehingga stok mencapai sekitar dua juta ton. Langkah ini merupakan tindakan sementara dan kementerian tidak mengatur jangka waktu untuk melaksanakan target itu.
“Untuk memperkuat harga minyak sawit dalam jangka waktu panjang, Malaysia dan Indonesia, yang bersama-sama menyumbang 85 persen produksi dunia, juga akan meningkatkan program campuran biodiesel yang lebih tinggi,” katanya Selasa, seperti dikutip Bernama. (T3)










