INFO SAWIT, PETALING JAYA – Moody Investors Service mengatakan, kualitas kredit dari produsen minyak sawit Asian melemah, hal ini disebabkan berlebihnya pasokan minyak sawit mentah (CPO) dan lemahnya harga komoditi.
“Kami berharap harga CPO tetap berada di bawah tekanan selama 18 bulan ke depan, dengan pasar minyak nabati yang kelebihan pasokan dan permintaan lembut,” kata wakil presiden Moody, Alan Greene, seperti dikutip TheStar, Kamis.
Selain itu melemahnya nilai mata uang Ringgit terhadap dollar Amerika Serikat memberikan dampak negatif. Dimana gejala dari penurunan karena pendapatan ekspor, arus keluar modal dan memburuknya sentimen terhadap Malaysia. (T3)







