JAKARTA – Berbagai upaya pemerintah untuk penerapan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan terus dilakukan, salah satunya dengan diberlakukannya sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Regulasi ini bersifat mandatori bagi pelaku perkebunan kelapa sawit nasional, dengan batas akhir tahun 2014.
Namun demikian dalam perjalannya, konsep ini tampaknya belum berjalan seperti yang diharapkan. Sebab masih banyak perusahaan yang belum mendapatkan sertifikat ISPO. Menteri Pertanian, Suswono mencatat, yang mendapatkan sertifikat ISPO baru sekitar 63 perusahaan dari 200 perusahaan. “Sepertinya target ISPO rampung 2014 tidak tercapai,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta. (T3)
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Oktober 2014
http://www.store.infosawit.com/









