Berita Lintas
sawitbaik

GAPKI : Volume Ekspor Minyak Sawit Indonesia Terdongkrak 11%



GAPKI : Volume Ekspor Minyak Sawit Indonesia Terdongkrak 11%

INFO SAWIT, JAKARTA - Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan, menyebutkan volume ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang September hanya mampu terdongkrak 11% dibandingkan dengan bulan lalu.

“Sepanjang September volume ekspor minyak sawit Indonesia hanya mampu mencapai 2,34 juta ton. Secara year on year kinerja ekspor Indonesia masih tumbuh positif, volume ekspor sejak Januari – September 2015 menunjukkan pertumbuhan 25,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014,” tuturnya dalam sebuah pernyataan yang diterima InfoSAWIT, Senin.

Menurutnya meskipun negara tujuan utama mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi akan tetapi permintaan tetap tumbuh cukup signifikan diantaranya China dan India.

Tercatat, sepanjang September 2015 volume ekspor Indonesia ke China hanya 279,89 ribu tonatau  turun 7,5% atau dibandingkan bulan Agustus sebesar 301,47 ribu ton. Tapi secara year on year, impor minyak sawit Negeri Tirai Bambu ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Permintaan minyak sampai pada triwulan ketiga tahun 2015 telah mencapai 2,54 juta ton atau meningkat 945,79 ribu ton (59%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun volume ekspor minyak sawit Indonesia ke India pada September tercatat sebesar 611,02 ribu ton atau meningkat 72% dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 355,49 ribu ton. Sementara secara year on year, volume ekspor minyak sawit Indonesia dari Januari – September 2015 ke India sebesar 4,16 juta ton atau tumbuh 25% dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama yaitu 3,25 juta ton.

“Meningkatnya permintaan India untuk meningkatkan stok di dalam negeri di saat harga sedang murah, selain itu kebutuhan untuk industri makanan juga meningkat,” jelasnya.

Selain itu, volume ekspor minyak sawit Indonesia ke Uni Eropa pada bulan September juga meningkat 41% menjadi 373,56 ribu ton dari 264,55 ribu ton pada Agustus. (T3)