Berita Lintas
sawitbaik

PERBESAR CERUK PASAR DOMESTIK



PERBESAR  CERUK PASAR  DOMESTIK

Mandatori pasar biodiesel dari minyak sawit, akan menjadi ceruk pasar besar di kemudian hari. Pasalnya, potensi minyak sawit mentah (CPO) yang hingga kini masih didominasi pasar ekspor, akan terus digenjot penggunaannya untuk konsumsi dalam negeri.

Besarnya potensi pasar CPO di luar negeri menjadi dinamika sendiri bagi geliat pasar domestik. Pasalnya, kegunaan CPO secara umum, mampu digunakan sebagai bahan baku minyak makanan dan non makanan. Penggunaan CPO yang terbilang masih rendah di pasar domestik, kini terus ditingkatkan.

Menurut Bayu Krisnamurthi, penggunaan pasar domestik akan CPO, sejatinya sudah berlangsung cukup lama. Sebagai minyak makanan, penggunaan CPO sebagai bahan baku industri minyak goreng sawit sudah berkembang pesat dan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Bahkan, penggunaan sebagai bahan baku specialty fats juga sudah mulai berkembang.

Selain digunakan sebagai bahan baku minyak makanan, CPO juga digunakan sebagai bahan baku industri minyak non makanan seperti industri oleokimia, kendati sudah cukup lama keberadaannya, namun industri oleokimia cenderung masih terkendala banyak persoalan.

Salah satunya, persoalan potensi pasar dari produk oleokimia, lantaran produk-produk yang dihasilkan, masih harus bersaing dengan produk serupa yang berasal dari minyak nabati lainnya. Di pasar internasional, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, produk-produk oleokimia dari minyak sawit, sebagian besar masih berguna sebagai bahan baku pengganti (subtitute).

Sedangkan pasar domestik, produk-produk oleokimia masih sangat jarang digunakan oleh industri turunannya. Faktor terbesar kendala domestik, lantaran produk-produk oleochemical harus bersaing dengan produk-produk serupa yang berasal dari minyak mentah bumi (crude oil).

“Kendati industri oleochemical bisa mengalami pertumbuhan tinggi, namun secara kuantitas terbilang kecil penyerapannya akan CPO. Sebab itu, dalam perspektif produksi 30 juta ton, maka serapan industri oleochemical hanya sekitar 10-20% saja,” kata Bayu menjelaskan.

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan potensi penyerapan pasar domestik seperti industri minyak goreng juga masih terbilang terbatas. “Kendati cukup besar, namun hanya mampu menyerap sekitar 30-40% dari produksi CPO nasional,” katanya.

Membangun Pasar Besar Domestik

Penggunaan CPO yang masih terbilang rendah di pasar domestik, memang menjadi dilema. Pasalnya, produksi CPO nasional masih bergantung terhadap pasar ekspor ke berbagai manca negara. Akibatnya, referensi harga yang digunakan, juga masih bergantung kepada pasar internasional.

Sejatinya,  . . .